Bagaimana ya mengembalikan rasa itu?

Gambar

Sebuah postingan dari salah seorang kawan membuat saya tersenyum getir. Bagaimana tidak? postingan itu berbunyi “Kalau anak kecil mimpi basah disebut akil baliq, kalau orang dewasa ketangkap basah disebut akil muchtar”. Senyum untuk kawan saya yang kreatif mengolah kata, dan senyum getir untuk kemalangan negeri ini.

Ya, alangkah malangnya negeri ini, sementara generasi muda, di sekolah, ¬†diajarkan untuk percaya dan meyakini hukum, kenyataannya, hukum tak bisa dipercaya. Betulkan hukumnya yang tidak bisa dipercaya? Atau “orang-orangnya”? Buat rakyat seperti kita, sama saja. Karena akibat dari “orang-orangnya”, maka institusi hukum menjadi mandul.

Dampak dari terbongkarnya kasus suap yang melibatkan ketua MK, bukan hanya membuat kita semakin miris dengan praktek korupsi yang melanda negeri ini, tetapi juga berdampak psikologis. Kita, paling tidak saya, semakin pesimis dengan negeri ini, semakin terkikis rasa bangga akan negeri ini.

Jadi ingat masa sekolah dulu. Di sekolah, guru selalu menanamkan rasa bangga menjadi bangsa Indonesia.Katanya, bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah tamah, subur makmur, berbudaya luhur. Dulu, ada perasaan optimis, ada perasaan banggga yang membuncah di dada.

Bagaimana ya agar rasa itu kembali ada?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s